Sunday, September 18, 2011

apa rasa itu akan tetap sama

saya tertegun, kaget mendengar itu semua. Bagaimana tidak rasa yang seharusnya sudah hancur berkeping-keping bahkan mungkin sebagian sudah hilang entah kemana, ternyata satu persatu harus saya temukan untuk saya rangkai kembali.
Tidak pernah saya rencanakan bahkan membayangkan aja saya sulit. Kembali dalam bahagia masa lalu atau mencari kebahagiaan dalam kenyataan.pilihan dan selalu saja pilihan.

Lama saya berpikir, takut untuk memulai dan memikirkan bagaimana endingnya nanti.Ingin tapi takut, takut tapi ingin. bertahan tapi goyah, goyah tapi tetap mencoba bertahan.

Ya, Rasa itu begitu menghantui saya, mengejar kadang berlari, cepat tapi lambat, membuat saya tersenyum bahagia setelahnya sedih perih tak terkira. Datang tepat saat saya butuh, dan entah kapan bisa pergi.

Lega..itu yang sedang saya cari. kalo ada tempat yang bisa saya titipkan rasa ini,saya ingin mengambilnya ketika saya siap.

siksa dan menyiksa,
luka atau melukai,
sakit dan menyakiti,
berkorban atau dikorbankan.

berharap semua ini mimpi agar saya tidak akan pernah kecewa karena terbangun dan kehilangan lagi.

Wednesday, July 20, 2011

sukses

Seorang teman bertanya pada teman seperguruannya setelah 9 tahun berpisah.

"gmana kabarnya? dah sukses belum??"

Sebuah pertanyaan sepele, tapi susah untuk menjawabnya. Terdiri dari
dua pertanyaan, masing-masing jawaban bisa sama bisa juga berlawanan. Pertanyaan pertama mudah, pertanyaan kedua sulit, atau bisa juga sebaliknya. Jadi, bagaimana memulai untuk menjawabnya?

Pertanyaan pertama,
sering terlontar dari seseorang karna pertemuan. Kadang ini hanya sekedar basa-basi untuk mencairkan suasana. Pertanyaan ini seperti wajib bagi orang yang baru bertemu setelah sekian lama.

Pertanyaan kedua,
pertanyaan yang menurut saya langka untuk disambung dengan pertanyaan pertama. Biasanya pertanyaan ini akan muncul justru pada orang yang kita tau perjalanan kehidupannya. Seperti begini: kita tau teman kita A sedang mencoba berbisnis, maka ketika kita bertemu pasti pertanyaan ini akan muncul karna rasa kepo kita tentang bisnisnya. Betul bukan?

Tapi ini muncul setelah kata basa-basi. Bukankah arti dari dua pertanyaan itu adalah 'apakah anda (yang diberi pertanyaan) sudah sukses??'. Tapi lebih tepatnya 'apakah anda sudah sukses?' klo sudah sukses, ya bagus. Klo belum?? kasian deh loh, nich gw udah sukses.

Sukses,
sebenernya apa itu sukses??
Sampai saat inipun saya juga belum mengerti arti sukses yang sebenernya. Bagaimana tidak seorang pengusaha, masih juga mencari kesuksesan agar bisa disebut dengan pengusaha sukses. Orang kaya dengan harta tujuh turunan, masih juga ingin menjadi sukses. Atau seseorang yang sudah sukses dalam satu bidang, masih saja ingin sukses dibidang lain. Lalu apakah sukses itu seperti rasa 'nagih'(ketagihan)?. Kalo kaya bukan ukuran seseorang itu sukses, apakah memiliki jabatan tertinggi yang dibilang sukses?. Klo iya kasian dong saya yang hanya menjadi seorang istri rumahan tidak akan bisa mendapat sebutan "istri yang sukses". Jadi bagaimana agar kita disebut sukses?.

Menurut saya, orang bisa dikatakan sukses klo dia pernah menjadi orang gagal. Proses ketika gagal kemudian menjadi mampu itulah sukses. Dalam hal apapun itu. Contohnya saja seorang anak kecil bisa dikatakan sukses berjalan karna dia telah melewati berbagai bentuk rasa sakit ketika dia jatuh. Pengusaha dikatakan pengusaha sukses karna dia telah melewati bermacam-macam krisis di perusahaannya.

Sukses,
sangat luas untuk diartikan. Hanya tergantung diri kita melihat dari sisi mana. Antara kesuksesan manusia satu dengan yang lain juga tidak harus sama. Sukses tidak memiliki angka standart paten yang harus diikuti untuk menjadi sukses seperti yang laen. Dikatakan sukses juga bukan hanya karna punya jabatan, kekayaan, pekerjaan, dan penghasilan saja. Sukses itu berhasil dan mampu. Berhasil apapun itu, besar atau kecil tidak jadi masalah. Karna sukses itu diri kita sendiri yang menilai.

Mungkin lebih tepatnya sukses itu bukan untuk dipertanyakan tapi sukses itu untuk dipahami.

Dan,
apakah saya sudah sukses??. Ya!! saya sudah sukses!!. Begitupun dengan kalian yang bertanya MySpace

Saturday, July 16, 2011

Friday, June 19, 2009

Ronda

untuk pertama kalinya ronda di kantor. dan anehnya setelah aku ingin sekali keluar.
Kalo ditanya kenapa saya mau?? . aku juga gk tau gimana jawabnya :)
Saya mencintai kantor ini, pekerjaan ini, teman-teman disini, tapi saya juga mencintai keluarga saya *sangat banget* . Hanya berharap ridhoNya selalu, semoga tak ada pamrih dalam bekerja :)

Tuesday, April 7, 2009

Komitmen

very nice article :)

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan daster dengan wajah berminyak tanpa make-up. Bersyukur ketika bentuk tubuh sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambi bilang, "Kamu cantik."

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkancerita-ceritanya yang membosankan di kantor.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya,menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetapmendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangankosong, tanpa sepeser uang pun.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untukterus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipunsalah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada Ayahnya, "Saya percaya pada Papa.. Papa tetap yang terbaik."

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 denganjabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya,mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka 'Ayah' dan 'Ibu'.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknyayang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka,memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anakterhadapnya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yangpernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepadasahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalantanpa mengatakan, "Tuh, apa kubilang! Makanya."
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggungjawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperolehtidak sepadan.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekaddemi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhirdari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikantujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.

Komitmen adalah sesuatu yg membuat seseorang rela meninggalkan segalasesuatu yg berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yg hrsdibayar tidak sedikit dan medan yg ditempuh tidak ringan.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dankonsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuhrasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya,meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikanjaminan olehnya.

Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihandan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahanmaupun keterbatasan lahiriah. karena ketika kita berani mengikatkan diridalam sebuah komitmen, kita telah 'mati' terhadap kepentingan diri sendiri..

Izinkan saya menyimpulkan tulisan ini dengan kalimat seorang perempuan bijak yang saya temukan beberapa waktu lalu: "In the final analysis, commitmentmeans: 'Here I am. You can count on me. I won't fail you.'

Friday, January 23, 2009

kapan ya? :)

Tak Sebebas Merpati

Kala kita lihat

Sepasang merpati
Terbang bebas lepas
Tepat di hadapan
Lalu kau bertanya
Kapan kita bagai mereka
Terbang lepas bebas....
Lepas bebas ke ujung dunia

Dan kubertanya
Maukah kau terima
Pinangan tanpa
Sisa cinta yang lain
Rona bahagia
Terpancar dari anggukan
Saat kupasangkan....
Pasang cincin di jemari

Terimakasih kau terima
Pertunangan indah ini
Bahagia meski mungkin
Tak sebebas merpati
Dan kubertanya
Maukah kau terima
Pinangan tanpa
Sisa cinta yang lain
Rona bahagia
Terpancar dari anggukan

Saat kupasangkan....
Pasang cincin di jemari
Terimakasih kau terima
Pertunangan indah ini
Bahagia meski mungkin
Tak sebebas merpati

Thursday, December 11, 2008

Biarlah cinta itu bermuara dengan sendirinya

Biarlah cinta itu bermuara dengan sendirinya

Kenapa tak pernah kau tambatkanperahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu
pelabuhan tenang yang mau menerima
kehadiran kapalmu!

Kalau dulu memang pernah ada
satu pelabuhan kecil, yang kemudian harus kau lupakan,
mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?
Seandainya kau mau,buka tirai di sanubarimu,
dan kau akan tahu,pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,
rumah dan pelabuhan hatimu.

(Judul Puisi " Pelabuhan " karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang)


Matanya berkaca-kaca ketika perempuan itu selesai membaca dan merenungi isi puisi itu.
Dulu sekali perempuan itu telah pernah berharap pada seorang laki-laki yang dia yakin baik dan hanif, ada kilasan - kilasan di hatinya yang mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari.. dialah sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai pernikahan.

Berawal dari sebuah pertemanan.Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah agama.
Perempuan itu sedang berproses untuk mendalami agama Islam dengan lebih intens.
Dan laki-laki itu, dia paham agama, aktif diorganisasi keislaman, dan masih banyak lagi hal - hal positif yang ada dalam diri lelaki itu. Sehingga kedekatan itu membawa semangat perempuan itu untuk terus menggali ilmu agama. dan mempraktekkannya dalam kesehariannya. Kedekatan itu berlanjut menjadi kedekatan yang intens, berbagi cerita, curahan hati, saling meminta saran, saling bertelepon dan bersms, yang akhirnya segala kehadirannya menjadikan suatu kebutuhan. Kesemuanya itu awalnya mengatasnamakan persahabatan.

Suatu hari salah seorang sahabatnya bertanya "Adakah persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan dewasa tanpa melibatkan hati dan perasaan terlebih bila sudah muncul rasa simpati, kagum dan kebutuhan untuk sering berinteraksi?"
Perempuan itu tertegun dan hanya bisa menjawab " entahlah.."

Sampai suatu hari, laki-laki itu pergi dan menghilang... Awalnya masih memberi kabar. Selebihnya hilang begitu saja. Dan perempuan itu masih berharap dan menunggu untuk suatu yang tak pasti. Karena memang tidak pernah ada komitmen yang lebih jauh diantara mereka berdua. Setiap dia mengenal sosok lelaki lainnya... Selalu dibandingkan dengan sosok laki-laki sahabatnya itu dan tentulah sosok laki-laki sahabatnya itu yang selalu lebih unggul dibanding yang lain. Dan perempuan itu tidak pernah lagi membuka hatinya untuk yang lain.

Sampai suatu hari,..
Perempuan itu menyadari kesia-siaan yang dibuatnya. Ia berharap ke sesuatu yang tak pasti hanyalah akan membawa luka dihati... Bukankah banyak hal yang bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk mengisi hidupnya kini.... Air mata nya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam... Dia berjanji untuk tidak mengisi hari-harinya dengan kesia-siaan.
"Lalu bagaimana dengan sosok laki-laki itu ??" Perlahan saya bertanya padanya.

"Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati.... Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi saya untuk lebih hati - hati dalam menata hati dan melabuhkan hati," ujarnya dengan diplomatis.
Hingga saya menemukan perempuan itu kini benar-benar menepati janjinya.
Dunia perempuan itu kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga, tawa-tawa pelangi, pijar bintang dimata anak anak jalanan yang menjadi anak didiknya....
Cinta yang dialiri ketulusan tanpa pamrih dari sahabat-sahabat di komunitasnya yang menjadikan perempuan itu produktif dan bisa menghasilkan karya...
cinta yang tidak pernah kenal surut dari kedua orang tua dan keluarganya...
Dan yang paling hakiki adalah cinta nya pada Illahi yang selalu mengisi relung-relung hati..tempatnya bermunajat disaat suka dan duka...
Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.
Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga.... saat seseorang itu pun hilang begitu saja...
Masih ada setangkup harapan agar dia kembali....
Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati.... akan selalu ada beribu kata maaf untuknya....
Masih ada beribu penantian walau tak pasti... Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??
Masih ada sejuta asa.... Masih ada sejuta makna.....Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama....

"Lalu... bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada??" tanya saya suatu hari.

Perempuan itu berujar, " Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya... disaat yang tepat... dengan seseorang yang tepat.... dan pilihan yang tepat......hanya dari Allah Swt. disaat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatatan pernikahan yang barokah.."

Semoga saja akan demikian adanya...
Untuk seorang sahabat.yang tengah meniti masa transisi


sumber : eramuslim *double posting dari multiplyku*