Showing posts with label at story. Show all posts
Showing posts with label at story. Show all posts

Tuesday, December 20, 2011

kepadamu

Kepadamu,
aku menyimpan sejuta pertanyaan dengan sebuah harapan yang dipenuhi rasa rindu.

Kepadamu,
aku seperti diserang oleh mimpi buruk, karna gagal menangkap bayangmu setiap kali aku terbangun.

Kepadamu,
aku selalu sakit, tapi tanpa bisa menjelaskan bagian mana yang sakit.

Kepadamu,
aku selalu bertahan, meski tak ada tempat yang bisa untuk pegangan.

Dan kepadamu,
pernahkah kau tahu?, seperti itulah aku padamu.
.
.
.
.
:)

Sunday, December 18, 2011

Aku dan Kamu dalam Sebaris Cerita

Kamu adalah candu. Sekali memulai, aku takkan bisa menghentikan untuk selalu ingin bersamamu. Denganmu bukan hanya sekedar berbagi cerita, atau hanya bertukar kabar. Denganmu, mengajakku untuk melangkah kembali ke tempat yang tak asing lagi bagiku, sampai akhirnya berada pada tempat yang membuatku tak ingin kembali pulang. Denganmu seperti memintaku untuk terus bermimpi dan bermimpi lagi.

Aku melemparkan sebuah pernyataan, bahwa aku ingin 'diam' sejenak. Kamu keberatan dengan itu, tapi kamu juga mendiamkan begitu saja tanpa ada kata,tanpa ada tindakan, seperti dulu. Hingga esoknya kamu menghubungi. Obrolan yang canggung, ingin rasanya aku menumpahkan apa yang ada dipikiranku. Tapi aku bertahan, bertahan untuk airmataku saat itu. Entah kamu tahu atau tidak.

Sore yang cerah tapi hati yang gelisah. Mencoba mencari ketenangan dengan mencari kabar tentang kamu. Hening lama tak kamu balas, hingga hanya beberapa kata yang kamu kirim untuk datang tanpa kamu beri kejelasan apapun itu. Tenang..dan tenang..kata itu yang selalu kamu ungkapkan. Seperti jurus pamungkas yang akan kamu berikan untuk mengakhiri 'pertarungan' bathin antara kamu dan aku.

Kamu pernah bilang, tidak akan pernah menghilang, pergi, berkurang, entah apalagi yang kamu janjikan waktu itu dan bagaimanapun itu. Tapi kenapa rasa itu sekarang tak lagi sama?. Kamu melangkah atau bergerak sedikit, terasa jauh dan besar buat aku. Selalu melihat kamu di posisi yang sama setiap hari, tak bergerak, melihatku dengan sayangmu, menyambutku untuk datang berada didekatmu, dan kamu yang menunggu dengan pelukanmu disitu.

Sekarang kamu mungkin (masih) berasa di posisi yang sama, tapi kamu mulai bergerak, melihat ke arah yang lain, sedangkan aku (tetap) tertuju pada kamu.

Aku akui, aku berharap lebih. Sedangkan aku masih menikmati wilayah aman untuk tidak memilih memberi keputusan. Ketika kamu sudah lelah menjaga 'bola' itu, dan ingin melepasnya. Aku malah yang tidak siap, dan berusaha (yakin) kamu tidak akan melepasnya. Padahal sejak awal, niat untuk memberi 'bola' itu, agar kamu tidak terluka dan dilukai, agar kamu tidak terbebani dan tersakiti. Cukup aku yang merasakan itu, cukup hatiku yang sakit saat itu. Tapi aku belum siap pada kenyataannya.

Tak ada yang salah, kamu pun tidak salah. Mana ada orang yang mau memperjuangkan hal yang sudah jelas sulit untuk didapat. Bahkan melepaskan kemudian mencari lagi lebih mudah daripada harus memperjuangkan. Sejak awal aku tahu, hanya (pura-pura) tidak ingin tahu. Sejak awal aku takut, hanya (coba) ingin berani. 

Kamu ingat?,
Awal pertama kamu meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja?. Aku tidak mempersalahkan itu ataupun kamu. Benar, kamu benar. Lalu kita berjalan bersama searah. setujuan, seirama, dan serasa, hanya saja kita tidak menyadari kita berada pada garis yang berbeda. Kemudian salah satu garis itu ada ujungnya, saat itu baru kita menyadari kita tak lagi sama, searah, setujuan, seirama, dan serasa.

Sakit itu pasti. Kegelisahan menemaniku menunggu sapaanmu, kekecewaan menyambutku seiring waktu menunggu itu.

Berharap dan berharap terus...sampai kapan itu, sampai sudah tidak ada lagi yang diharapkan. Meski baru setengah jalan saja sudah terasa perihnya. Bagaimana nanti, aku tidak tahu, membayangkan saja begitu sakit.

Kamu tahu?,
Ketika kamu lebih memilih dengan yang lain, tidak mempedulikanku. Entah hanya teman atau lebih dari itu, entah serius atau tidak. Tapi aku tidak suka melihatnya. Padahal wajar kamu begitu, sangat-sangat wajar dan boleh. Ada perasaan takut kamu akan jadi milik orang lain, membayangkan itu selalu ada bagian yang sakit, ya bagian itu hatiku. Cemburu yang membuat aku tidak bisa berpikir jernih. Cemburu yang membuat aku marah denganmu. Cemburu yang membuat aku melukai hatiku sendiri. Cemburu yang menggiringku untuk bertindak bodoh hanya untuk mencari perhatian dari kamu. Oh..I wish I could be like her, yang dengan mudah bisa mengekspresikan perasaannya, yang bisa kamu puji tanpa ada beban, yang (mungkin) bisa kamu miliki, tanpa harus pikir panjang. Tapi apa dengan menjadi dia, aku pasti akan kamu cintai lagi?.

Masih ingat?,
Setiap kata cinta yang kamu ucapkan dulu untukku?. Aku merekamnya dalam tiap detik di memory otakku. Tak ingin aku melewatkan satu hurufpun. Terlalu berharga dan terlalu berarti untukku. Tidak ada yang lebih bahagia dari saat itu. Dan juga tidak ada yang lebih menyakitkan lagi ketika aku sadar bahwa tak ada lagi kata yang sama yang tertuju untukku lagi dari kamu.

Pernah kamu tahu?,
Hal yang paling aku benci dari diriku sendiri adalah kenapa aku tidak bisa berhenti untuk memikirkanmu. Mata ini seperti tidak rela untuk terpejam sebelum mendengarmu. Lalu setiap kali aku membuka mata, satu-satunya yang ingin aku lakukan adalah mencari kabarmu, mencari dirimu, mencari kamu, mencari dan mencari. Meski terkadang mengetahui tentang kamu itu hanya membuatkku perih karna ternyata apa yang aku rasakan tidak lagi sama dengan apa yang kamu rasakan.


Pernah kamu berpikir?,
Apa yang paling aku tunggu setiap kali malam tiba?. Ya, menunggu kamu di mimpiku. Saat itu, hanya itu yang bisa aku lakukan, memejamkan mata dan terus memejamkan mata. Lalu setelah itu aku akan sibuk mengarang cerita tentang kita, walaupun dengan ending yang jelas berbeda. Kemudian akan aku cari cara agar aku bisa terus mengingatmu, menghapal setiap jengkal kebiasaanmu dengan menangkap bayanganmu di setiap sudut cerita itu. Dan aku bahagia, sangat bahagia untuk itu.



Bisakah kamu mengerti?,
Menemukanmu setelah sekian lama mencarimu itu sungguh bahagia. Sampai-sampai tidak menyisakan tempat untuk kebahagiaan yang lain. Rindu yang bertahun-tahun menumpuk sampai disuatu titik didih tertinggi. Hingga aku tidak bisa meredamnya. Aku menghabiskan waktu untuk menyimpan rasa ini, bahkan aku abaikan logikaku sendiri. Dan kini harus melepasmu itu sungguh tidak mudah, sangat sulit bagiku.

Dan masih kamu ingat?,
Ketika aku memintamu untuk berkata jujur jika suatu saat kamu memilih bersama orang lain?. Seperti itulah aku saat ini, menunggu kata-kata itu. Aku tahu aku sedang berbohong. Mencoba tersenyum, menyemangati, dan berkata selalu mendukungmu apapun pilihan dan impianmu itu. Ya aku berbohong. Tapi bukankah memang begitu cinta yang seharusnya?. Berusaha tampak baik-baik saja, walaupun kenyataannya itu berbalik. Cinta itu semangat, dan kamu adalah semangatku. Jadi cinta itu adalah kamu. Dan jadi aku melakukan ini semua untukkmu.

Harusnya kamu tahu?
Betapa kecewanya aku ketika kamu bilang kamu menyukai hidupmu yang sekarang. Kemudian aku berusaha menemukan apakah aku ada disana, dihidupmu itu. Ternyata apa yang aku lihat, aku tidak ada. Bahkan jejakku pun tidak membekas disana. Namun aku tak pernah bisa bertanya padamu ‘kenapa bisa begitu?’. Berharap waktu bisa membantuku agar sosokmu bisa menguap begitu saja seperti angin lalu. Tapi aku salah. Aku semakin merindu, aku semakin mencari keberadaanmu. Sampai aku tidak bisa melakukan apa-apa karna ada sesuatu yang hilang, dan itu adalah kamu.

Tak ada yang lebih sulit daripada melihatmu disekitarku, tapi tanpa bisa memelukmu lama, selama aku menantimu untuk sekian lama.

Kamu atau aku,
Seperti mencoba untuk saling mengerti dan berusaha untuk sama-sama tahu. 

Aku dan kamu,
Diantara banyak ruang dan jarak yang semakin lebar. Terlalu rumit untuk disampaikan. Masih saja berharap waktu akan kembali. Kembali pada cerita yang sama, seperti cerita yang pernah ada, seperti cinta kita yang dulu ada. Tapi semoga bukan hanya aku saja.

Lalu berusaha mencari jalan keluar, mencari setumpuk alasan agar aku bisa berhenti memikirkanmu, berhenti menginginkanmu, berhenti bermimpi denganmu. Sayang..sepertinya aku terlambat. Aku terlanjur jatuh lebih dalam untuk mencintaimu.

Sebuah harapan dalam kisah yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karna jatuh tanpa bisa bangun lagi.

Dan…kamu, membuatku tersadar bahwa perpisahan itu memang menakutkan.


Apa kamu juga begitu?


Sunday, December 4, 2011

I'm waiting, I'm not moving

Bagaimana aku bisa pergi kalo aku pernah jatuh cinta padamu.
Berpikir mungkin kamu akan kembali ke tempat dimana kita bertemu dulu.
Dan kamu akan melihatku menunggu disana.
Jadi aku tidak akan pergi.
Karena kamu akan tahu, ini hanya untukmu...
Kembali ke tempat dimana pertama kali aku melihatmu.
Meski aku tahu, ini tidak masuk akal.
Tapi apalagi yang bisa aku lakukan.
Karena kamu akan tahu, ini hanya untukmu...

by the script

Monday, November 21, 2011

sebuah alasan untuk sesuatu

Pernah gak membenci 'sesuatu' karna sangat-sangat menyayanginya?. Sesuatu itu bisa benda atau orang. Entah dengan alasan karena apa, sesuatu yang dulu kita banggakan untuk menyayanginya, kemudian berbalik arah menjadi membencinya. Mungkin bukan maksud untuk membencinya, terkadang untuk melihatnya saja seperti ada bagian yang sakit. Dan bagian itupun, tidak tahu berada disebelah mana.





Alkisah, saya sedang pengen banget makan makanan ini. Entah karna apa, seperti kangen gitu. Sudah direncanakan, makanan ini akan menemani saya malam nanti. Tapi niat itu tidak terealisasikan. Makanan ini nggeletak begitu saja di meja saya. Berhari-hari malah. Tidak tersentuh dan tidak ingin menyentuhnya. Tiba-tiba saja saya tidak minat. Rasanya kalo makan ini seperti membangkitkan kenangan-kenangan saya akan sesuatu, dan sesuatu itu sepertinya akan menimbulkan rasa kangen, yang pastinya rasa kangen itu menyakitkan buat saya. Bukankah rasa kangen yang berlebihan itu sungguh-sungguh menyakitkan?.

Padahal kenangan itu kenangan indah. Kenapa juga saya harus merasa menyakitkan. atau mungkin saya harus menikmatinya pas dengan orang yang sama?. Atau mungkin....Ya! saya terlalu membawa perasaan padahal hanya sebuah makanan saja.

Wednesday, November 16, 2011

berharap dan bertahan

Kamu berkata dan aku percaya.Tapi ketika aku semakin dalam mempercayai, kenapa kamu malah terasa memberi ruang kosong untukku.Mungkinkah kata-katamu itu palsu? atau aku yang masih ragu?
Sebuah cinta yang merasa saling memiliki dan nyaris sempurna, sayangnya kenapa kita sekarang tidak berada dalam warna yang sama.
Menunggu kamu datang, seperti menunggu waktu untuk berhenti. Cemas. Layaknya aku yang banyak tingkah, tapi kamu tetap diam berdiri tanpa memandang.Hmm.. kenapa juga harus sesakit ini rasanya. Apa karena saat itu aku tahu, hanya aku sendiri yang terlihat di situ.
Hey, Aku disini...Lihat aku!. Apapun itu, tak akan rela aku membagimu dengan siapapun.

#yang berharap dan bertahan#


Tuesday, November 15, 2011

sabar menatap penuh cinta

Lebih baik aku mendengar kamu tidak mencintaiku lagi dari pada aku harus melihat bayangan orang lain di kamu terlebih dulu. Karena sakitnya langsung terasa, bukan perlahan-lahan seperti sekarang yang aku rasa. Aku dengan cemburuku yang menumpuk. Seperti ada persoalan yang belum terselesaikan. Bukan, bukan benci. Hanya saja aku tak
bisa berhenti. Meski lelah menyuruhku untuk menyerah. Demi penjelasan darimu aku terus berjuang.
Lalu kupenjamkan mata kuat-kuat, tetap saja air itu jatuh juga. Masih dengan perasaan yang sama. Tapi tak berani menghadapi kenyataan, bahwa mungkin kamu sudah tidak lagi peduli padaku...

#yang masih sabar menatapmu dengan cinta yang sama#


Psst..!! I need to talk to u, because I know you know the answer

*nyesek*

Monday, November 14, 2011

Berdamai dengan hati

Sudahkah kamu mengerti?. Betapa susahnya untuk tidak memikirkanmu. Setiap detik, menit, jam, dan hari. Sampai tidak ada tempat lagi untuk yang lain. Kalau mengawali cinta itu mudah dengan kata mencintaimu, tapi kenapa sulit untuk mengakhirinya dengan kata tidak mencintaimu lagi. Ah..cinta yang tak terjawab. Meskipun sakit dan sedih, tapi kenapa senyum untuk kamu selalu ada.
#yang sedang berdamai dengan hati#


Sunday, November 13, 2011

aku yang sedang rindu hujan

aku tidak tau apa yang kamu lakukan.semua terasa aneh dan begitu jauh. Harusnya kamu tahu itu. Tapi kenapa kamu menoleh ke arah lain? dan kenapa juga aku masih saja menatapmu dengan cinta yang sama. Aku dan kamu,dengan tanda tanya besar. Berharap mendapatkan jawaban darimu, tanpa membuatku lebih lama menunggu.
#aku yang sedang rindu hujan#

Hey..i'm not judging you. but if you're reading this, that means you know I miss you... again *sigh*